~ Segala yang Tertulis Dalam Blog Ini Adalah "Transparent Diary" & Hak Peribadi ~

~ Andai Kemewahan Dunia melalaikanku, ku lebih rela hidup kedaifan, tapi kaya dengan Rahmat dan CintaMU, Andai Kenikmatan Dunia menghanyutkanku, ku lebih rela hidup bersendirian, menjadi Hamba AbadiMU. Sesungguhnya nikmat dunia hanya sementara, kerana akhirnya kepadaMU juga kami kembali. Yang tinggal hanya jasad ditelan tanah bumi. Sebagai insan biasa mohon petunjuk pada Yang Maha Kuasa, Maha Pencipta Alam Semesta, agar sentiasa lurus iman dan aQidah ku, teguh agama dan peganganku ~FBK






Alhamdulillah atas hidayah yang diberi dengan izinNYA. InsyaAllah tak akan ku persia-siakan malah selalu mohon petunjuk agar terus terpimpin. Dan alhamdulillah juga, sungguh Allah permudahkan perjalanan hidup baruku dalam Islam, kerana ku tahu Allah telah mengkehendaki begitu.
Di sini ku cuba kupas serba sedikit pengertian HIDAYAH yang ku kumpulkan untuk sekadar renungan....
Hidayah ada dua jenis, yakni Hidayatul Bayan wal Irsyad (hidayah yang berupa bimbingan dan penjelasan) yang biasanya di berikan Allah SWT kepada nabi-nabi dan rasul-rasul, yakni bimbingan dan penjelasan tentang tauhid, akqidah, mu’amalah dan syariat Allah SWT, puncaknya adalah mukjizat sebagai ultimate proof kebenaran yang disampaikannya, serta Hidayatut Taufik (hidayah taufik) adalah hidayah yang diberikan oleh Allah SWT kepada siapa saja yang dikehendakinya sehingga si penerima hidayah ini akan bertambah keimanan dan ketaqwaannya.
Hidayah bukan hanya milik para muallaf, hidayah adalah milik siapa saja yang Allah SWT kehendaki untuk diberi dan hidayah harus dipelihara, jika seorang yang telah diberi hidayah tidak memeliharanya, maka hidayah pun akan hilang tak berbekas, boleh jadi kita sempat mendapatkannya namun kita tidak memeliharanya atau tidak mengenalinya atau boleh saja menyia-nyiakannya, jangan putus harapan ingat rahmat Allah SWT lebih luas dari yang pernah kita bayangkan..insyaAllah..
Mungkin kita sering berfikir, sudah banyak sekali cara kita untuk menyedarkan seseorang yang kita cintai, untuk merubah sifat seseorang yang sangat disayangi. Akan tetapi, segala cara dan upaya kita, ternyata tidak mampu untuk merubahnya menjadi seseorang yang baik. Sebenarnya apa yang salah dengan upaya kita, bagaimanakah caranya agar kita dapat merubah seseorang? Mengenai hal ini, perlu kita ketahui, hidayah atau petunjuk hanyalah milik Allah, bagaimana pun upaya kita untuk merubah seseorang, bagaimana pun kerja keras kita untuk menyadarkan seseorang, maka itu tidak ada artinya jika Allah tidak menghendaki hidayah kepadanya, orang tersebut tidak akan berubah sampai Allah memberikannya hidayah. Allah berfirman yang artinya :

“Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” (QS Al Qashash: 56).

Ibnu Katsir mengatakan mengenai tafsir ayat ini, “Allah mengetahui siapa saja dari hambanya yang layak mendapatkan hidayah, dan siapa saja yang tidak pantas mendapatkannya”. Syaikh Muhammad ibnu Shalih Al-Utsaimin menerangkan, “Hidayah di sini maknanya adalah hidayah petunjuk dan taufik. Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan hidayah ini kepada orang yang pantas mendapatkannya, karena segala sesuatu yang dikaitkan dengan kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka mesti mengikuti hikmah-Nya.”

Nabi Yang Mulia Sendiri Tidak Dapat Memberi Hidayah Taufik Turunnya ayat ini berkenaan dengan cintanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada pamannya Abu Tholib. Akan tetapi, segala cara dan upaya yang dilakukan beliau untuk mengajak pakciknya kepada kebenaran, tidak sampai membuat pamannya menggenggam Islam sampai ajal menjemputnya. Seorang rasul yang kita tahu kedudukannya di sisi Allah saja tidak mampu untuk memberi hidayah kepada pakciknya, apalagi kita yang keimanannya sangat jauh dibandingkan beliau.

Tidakkah kita melihat perjuangan Nabi Allah Nuh di dalam menegakkan tauhid kepada umatnya? Waktu yang mencapai 950 tahun tidak dapat menjadikan umat nabi Nuh mendapatkan hidayah Allah, bahkan untuk keturunannya sendiri pun ia tidak dapat menyelamatkannya dari adzab, Allah berfirman yang artinya :

“Dan Nuh memanggil anaknya yang berada di tempat yang jauh, ‘Wahai anakku! Naiklah bahtera ini bersama kami dan janganlah kamu bersama orang-orang kafir’. Dia berkata, Aku akan berlindung ke gunung yang akan menghindarkanku dari air bah. Nuh berkata, ‘Hari ini tidak ada lagi yang bisa melindungi dari adzab Allah kecuali Dzat Yang Maha Penyayang.’ Dan gelombang pun menghalangi mereka berdua, maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan.” (QS. Hud:42-43)

Melihat anaknya yang tenggelam, Nabi Nuh berdoa (yang artinya), "Dan Nuh pun menyeru Rabbnya, ‘Wahai Rabbku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janji-Mu adalah janji yang benar, dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya.’ Allah berfirman, ‘Wahai Nuh, sesungguhnya dia bukan termasuk keluargamu (yang diselamatkan), sesungguhnya amalannya bukanlah amalan yang shalih. Maka janganlah engkau meminta kepada-Ku sesuatu yang tidak engkau ketahui. Sesungguhnya Aku peringatkan engkau agar jangan termasuk orang-orang yang jahil.” (QS. Hud: 45-46)

Dari hal ini, sangat jelaslah bagi kita, hidayah hanyalah milik Allah, dan Allah memberi hidayah kepada orang yang dikehendakinya. Barangsiapa yang Allah beri hidayah, tidak ada seorang pun yang bisa menyesatkannya dan barangsiapa yang telah Allah sesatkan, tidak ada seorang pun yang bisa memberi hidayah kepadanya. Allah berfirman yang artinya:

“Allah memberikan hidayah kepada siapa yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.” (QS. Al-Baqarah: 213) dan Allah berfirman yang artinya: “Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemberi petunjuk.” (QS. Az-zumar:23).

~ Cara Menggapai Hidayah : Setelah mengetahui hal ini, lantas bagaimana upaya kita untuk mendapatkan hidayah? Bagaimana caranya membuat orang lain mendapatkan hidayah? Di antara sebab-sebab seseorang mendapatkan hidayah adalah:

1. Bertauhid : Seseorang yang menginginkan hidayah Allah, maka ia harus terhindar dari kesyirikan, karena Allah tidaklah memberi hidayah kepada orang yang berbuat syirik. Allah berfirman yang artinya : “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kesyirikan, mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-an’am:82).

2. Taubat kepada Allah : Allah tidak akan memberi hidayah kepada orang yang tidak bertaubat dari kemaksiatan, bagaimana mungkin Allah memberi hidayah kepada seseorang sedangkan ia tidak bertaubat? Allah berfirman yang artinya: “Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang-orang yang bertaubat kepada-Nya”.

3. Belajar Agama : Tanpa ilmu (agama), seseorang tidak mungkin akan mendapatkan hidayah Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya : “Jika Allah menginginkan kebaikan (petunjuk) kepada seorang hamba, maka Allah akan memahamkannya agama” (HR Bukhori)

4. Mengerjakan apa yang diperintahkan dan menjauhi hal yang dilarang : Kemaksiatan adalah sebab seseorang dijauhkan dari hidayah. Allah berfirman yang artinya: “Dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka), dan kalau demikian, pasti Kami berikan kepada mereka pahala yang besar dari sisi Kami, dan pasti Kami tunjuki mereka kepada jalan yang lurus.” (An-nisa: 66-68).

5. Membaca Al-Qur’an : Memahaminya mentadaburinya dan mengamalkannya. Allah berfirman yang artinya: “Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus” (QS. Al-Isra:9)

6. Berpegang teguh kepada agama Allah : Allah berfirman yang artinya: “Barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah, maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.” (QS. Ali-Imron:101).

7. Mengerjakan sholat : Di antara penyebab yang paling besar seseorang mendapatkan hidayah Allah adalah orang yang senantiasa menjaga sholatnya, Allah berfirman pada surat al-baqoroh yang artinya : “Aliif laam miim, Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya dan merupakan petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.” Siapa mereka itu, dilanjutkan pada ayat setelahnya : “yaitu mereka yang beriman kepada hal yang ghoib, mendirikan sholat dan menafkahkah sebagian rizki yang diberikan kepadanya” (QS. Al-baqoroh:3).

8. Berkumpul dengan orang-orang sholeh : Allah berfirman yang artinya: “Katakanlah: “Apakah kita akan menyeru selain daripada Allah, sesuatu yang tidak dapat mendatangkan kemanfaatan kepada kita dan tidak (pula) mendatangkan kemudharatan kepada kita dan (apakah) kita akan kembali ke belakang, sesudah Allah memberi petunjuk kepada kita, seperti orang yang telah disesatkan oleh syaitan di pesawangan yang menakutkan; dalam keadaan bingung, dia mempunyai kawan-kawan yang memanggilnya kepada jalan yang lurus (dengan mengatakan): “Marilah ikuti kami.” Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah (yang sebenarnya) petunjuk; dan kita disuruh agar menyerahkan diri kepada Tuhan semesta alam.” (QS. Al-An’am:72).

Ibnu katsir menafsiri ayat ini, “Ayat ini adalah permisalan yang Allah berikan kepada teman yang sholeh yang menyeru kepada hidayah Allah dan teman yang jelek yang menyeru kepada kesesatan, barangsiapa yang mengikuti hidayah, maka ia bersama teman-teman yang sholeh, dan barang siapa yang mengikuti kesesatan, maka ia bersama teman-teman yang jelek."

Dengan mengetahui hal tersebut, marilah kita berupaya untuk mengerjakannya, semoga dengan jerih payah dan usaha kita dalam menjalankannya dan mendakwahkannya menjadi sebab kita mendapatkan hidayah Allah.

Syaikh Abdullah Al-bukhori mengatakan dalam khutbah jum’atnya “Semakin seorang meningkatkan ketaqwaannya kepada Allah, niscaya bertambah hidayah padanya. Seorang hamba akan senantiasa ditambah hidayahnya selama dia senantiasa menambah ketaqwaannya. Semakin dia bertaqwa, maka semakin bertambahlah hidayahnya, sebaliknya semakin ia mendapat hidayah/petunjuk, dia semakin menambah ketaqwaannya. Sehingga dia senantiasa ditambah hidayahnya selama ia menambah ketaqwaannya.”.

Semoga Allah sentiasa memberikan hidayah kepada kita dan orang-orang yang ada disekeliling kita, aamiin. Washallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi washahbihi ajma’in..InsyaAllah.. wassallam..
Kepada setiap muslimah yang rela Allah swt sebagai Rabbnya, Islam sebagai agamanya dan Muhammad sebagai Rasulnya.

Kepada setiap pendidik yang berjihad di jalan Allah dengan untaian kalimahnya, menjaga norma-normanya dan menyucikan jiwanya.

Kepada wanita yang bimbang dan bersedih, berbahagialah dengan dekatnya kemudahan, datangnya pertolongan Allah swt serta janji pahala yang besar dan terhapus segala dosa.

Tidak ada kecantikan bagi seorang wanita, tiada pula keindahan, harga diri dan kedudukan kecuali beriman kepada Allah swt. Apabila dirinya tegak di atas jalan ini, maka dia lah wanita yang mendapat petunjuk, diterima amalnya dan menjadi wanita pilihan disisi Rabb-Nya.

Namun, jika dia melepaskan jalan kebenaran tersebut, kafir terhadap Tuhannya, mengingkari agamanya dan melepaskan tuntutan-Nya, maka dia lah cermin kepada wanita yang murahan, hina dan terbuang.

Pada saat itulah sinar kecantikan seorang wanita mula menghilang, walau berkalung gugusan bintang di langit, meskipun bermahkota bintang gemini dan matahari terbit di keningnya.

Wahai wanita muslimah yang jujur, wahai wanita mu'minah yang selalu kembali kepada Allah.

Jadikanlah dirimu itu seperti sepohon kurma. Jauh dari keburukan, menjulang tinggi menghindar dari sifat mengangau. Dilempar dengan batu dia menjatuhkan buahnya, tetap hijau pada musim panas mahupun dingin dan memberikan manfaat kepada sekalian manusia.

Jadilah engkau orang yang menjauhi perkara-perkara yang rendah, keperibadianmu terjaga dari segala pola hidup yang menipu rasa malu. Ucapanmu adalah zikir, pandanganmu melahirkan ibrah (pengajaran), diammu adalah berfikir.

Saat itulah engkau mendapatkan ketenangan dan akan diterima oleh penduduk bumi. Tercurah segala pujian yang baik-baik, doa yang jujur dari semua makhluk, dan Allah swt akan menjauhkanmu dari awan kesempitan, bayang-bayang ketakutan, dan gumpalan kekeruhan.

Tidurlah berbantalkan curahan doa orang-orang mu'min, lalu bangunlah untuk meraih pujian yang ditujukan kepadamu. Saat itulah engkau mula menyedari bahawa kebahagiaan bukan terdapat pada simpanan harta, kad kredit dan kereta, rumah yang bagaikan istana, mahupun pada kasih nya seorang manusia, namun pada ketaatan terhadap Zat Yang Maha Terpuji. Kedamaian hidup bukan pada hiasan keduniaan, bukan pula mengabdi kepada hamba, namun kepada kepatuhan terhadap Zat Yang Maha Mulia.

Pesanku, jadilah seorang wanita yang bermaruah, yang punya kedudukan tinggi di sisi Tuhannya. Di mana namanya sentiasa disebut-sebut dalam kalangan para malaikat, dan yang berjaya memperoleh cinta yang Teragung, iaitu cintanya Ya Rabb lantas menjadi wanita yang paling bahagia di dunia.

ISLAM. Itulah peganganku kini. Sesungguhnya ku telah temui jalan dan agama yang sebati dengan jiwaku. Alhamdulillah..alhamdulillah..alhamdulillah..

Dalam aku menghayati Islam di kehidupanku, ku dalami apa erti Islam, ku jalani kehidupan mengikut syariahNYA, berteraskan apa yang terkandung dalam kalam-kalam dan sunnahNYA di Al-Qur'an dan jadikan Hadith sebagai panduan kehidupan harianku.

Dalam konteks Islam, ilmu mengurus diri (fardu ain) dan mengurus sistem (fardu kifayah) dapat menyatu diri atau diharmonikan supaya mempunyai kekuatan pemikiran serta aQidah diri yang kukuh. Dan kini ku semakin sedar dan yakin dengan pilihanku, baik dari segi kehidupan, kepercayaan mahupun rohaniah diri ku bila Al-Qur'an dan Hadith saling berkait rapat dengan segala kejadian alam semesta dan kehidupan alam semesta yang aku gelarkan (de way of life)
Di sini ku cuba kupas sedikit dari pengkajianku, apakah Islam, untuk renunganku sendiri agar lebih memahami segala ciptaan dan kejadian di bumi ini berpandukan firmanNya dalam Al-Qur'an.

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

1. Manusia dan Kejadiannya

Azalinya kita semua sedia maklum bahawa manusia pertama yang diciptakan dulu adalah Adam yang Allah ciptakan dari pelbagai jenis tanah di bumi dan dihidupkan dengan tiupan roh kedalamnya. Nabi Adam A.S. merupakan nabi dan juga manusia pertama yang bergelar khalifah Allah yang dimuliakan dan ditinggikan darjatnya menjadi nabi yang pertama. Baginda diutuskan kepada anak cucunya agar menyembah Allah, Tuhan Yang Maha Esa. Maka di antara mereka ada yang taat dan ada pula yang enggan.

"Ketika Allah berfirman kepada malaikat: Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi. Mereka bertanya (tentang hikmat ketetapan Tuhan itu dengan berkata): Adakah Engkau (Ya Tuhan kami) hendak menjadikan di bumi itu orang yang akan membuat bencana dan menumpahkan darah, padahal kami sentiasa bertasbih dengan memujiMu dan mensucikanMu?. Tuhan berfirman: Sesungguhnya Aku mengetahui akan apa yang kamu tidak mengetahuinya."(Surah Al-Baqarah 2:30)

Merujuk kepada Himpunan Buku Teladan terbitan Syarikat Nurulhas, Penciptaan Adam diriwayatkan sebagai satu daripada ciptaan Allah yang paling kontroversi atau paling disebut-sebut oleh makhluk Allah yang lain. Peristiwa tersebut disebut dalam al-Qur'an apabila para malaikat mempersoalkan kejadian (manusia) sebagai khalifah di bumi menceritakan :

Ciptaan dari Tanah

Allah telah memerintahkan Malaikat Jibril turun ke bumi untuk mengambil sebahagian tanah sebagai bahan untuk menjadikan Adam. Walau bagaimanapun, bumi enggan membenarkan tanahnya diambil malah bersumpah dengan nama Allah yang dia tidak rela untuk menyerahkannya kerana kebimbangannya seperti yang dibimbangkan oleh para malaikat.

Jibril kembali setelah mendengar sumpah tersebut lalu Allah mengutuskan pula Malaikat Mikail dan kemudiannya Malaikat Israfil tetapi kedua-duanya juga tidak berdaya hendak berbuat apa-apa akibat sumpah yang dibuat oleh bumi. Maka, Allah memerintahkan Malaikat Izrail untuk melakukan tugas tersebut dan menggesa agar tidak berundur walaupun bumi bersumpah kerana tugas tersebut dijalankan atas perintah dan nama Tuhan.

Maka, Izrail turun ke bumi dan mengatakan yang kedatangannya adalah atas perintah Allah dan memberi amaran kepada bumi untuk tidak membantah yang memungkinkan bumi menderhaka kepada Allah. Menurut Ibnu Abbas, tanah bumi dan syurga digunakan untuk dijadikan bahan mencipta Adam. Tanah tersebut adalah:

Tanah Baitulmuqaddis - kepala sebagai tempat kemuliaan untuk diletakkan otak dan akal.
Tanah Bukit Tursina (Mesir) - telinga sebagai tempat mendengar dan menerima nasihat.
Tanah Iraq - dahi sebagai tempat sujud kepada Allah.
Tanah Aden (Yaman) - muka sebagai tempat berhias dan kecantikan.
Tanah telaga Al-Kautsar - mata sebagai tempat menarik perhatian.
Tanah Al-Kautsar - gigi sebagai tempat memanis-manis.
Tanah Kaabah(Makkah) - tangan kanan sebagai tempat mencari nafkah dan bekerjasama.
Tanah Paris (Perancis) - tangan kiri sebagai anggota untuk melakukan istinjak.
Tanah Khurasan (Iran) - perut sebagai tempat berlapar.
Tanah Babylon (Iraq) - kelamin sebagai organ seks dan tempat bernafsu serta godaan syaitan.
Tanah Tursina (Mesir) - tulang sebagai peneguh manusia.
Tanah India - kaki sebagai anggota berdiri dan berjalan.
Tanah Firdaus (Syurga) - hati sebagai tempat keyakinan, keimanan, dan kemahuan.
Tanah Taif (Arab Saudi) - lidah sebagai tempat untuk mengucapkan syahadah, syukur dan doa.

Penyempurnaan Tubuh

Adam mempunyai sembilan rongga atau liang. Tujuh liang di kepala dan dua di bawah badan iaitu dua mata, dua telinga, dua hidung, satu mulut, satu dubur dan satu uretra. Lima pancaindera dilengkapkan dengan anggota tertentu seperti mata untuk penglihatan, telinga untuk pendengaran, hidung untuk pengesanan bauan, lidah untuk perasa seperti masam, masin, manis dan pahit dan kulit untuk sentuhan bagi panas, sejuk, tekanan, kelikatan dan sakit.

Ketika Allah menjadikan tubuh Adam, tanah dicampurkan dengan air tawar, masin dan hanyir beserta api dan angin. Kemudian Allah resapkan Nur ke dalam tubuh Adam dengan pelbagai "sifat". Lalu tubuh Adam digenggam dengan genggaman Jabarut dan diletakkan di dalam Alam Malakut. Tanah itu dicampurkan lagi dengan istilah wangian dan ramuan dari Nur-Sifat Allah dan dirasmi dengan "Bahrul Uluhiyah". Kemudian, tubuh tersebut dibenam dalam "Kudral ''Izzah" iaitu sifat "Jalan dan Jammal" lalu disempurnakan tubuh tersebut.

Menurut keterangan ulama, tubuh Adam diselubungi dalam tempoh 120 tahun, 40 tahun di tanah yang kering, 40 tahun di tanah yang basah dan 40 tahun di tanah yang hitam dan berbau. Dari situ, Allah ubah tubuh Adam dengan rupa kemuliaan dan tertutuplah dari rupa hakikatnya. Kerana proses kejadian itu yang melalui peringkat yang "kotor", tidak hairan Malaikat dan Iblis memandang rendah akan kejadian manusia yang dicipta dari tanah.

Kemasukan Roh

Roh diperintah Allah untuk memasuki jasad Adam tetapi seperti makhluk lain, roh juga enggan, malas dan segan kerana jasad yang seperti batu. Dikatakan ruh berlegar-legar mengelilingi jasad Adam sambil disaksikan malaikat. Kemudian, Allah memerintahkan Malaikat Izrail memaksa ruh memassuki tubuh tersebut masuk ke dalam tubuh Adam. Ia memasukkannya ke dalam tubuh dan roh secara perlahan-lahan masuk hingga ke kepalanya yang mengambil masa 200 tahun. Setelah meresapi ke kepala Adam, maka berfungsilah otak dan tersusunlah urat saraf dengan sempurna. Lalu, terjadilah mata dan terus terbuka melihat tubuhnya yang masih keras dan malaikat di sekelilingnya. Telinga mulai berfungsi dan didengarnya kalimah tasbih para malaikat. Apabila roh tiba ke hidung, lalu ia bersin dan mulutnya juga terbuka. Allah mengajarkan kalimah "Alhamdulillah" yang merupakan kalimah pertama diucapkan Adam dan Allah sendiri yang membalasnya.

Kemudian, roh tiba ke dadanya lalu Adam berkeinginan untuk bangun padahal tubuhnya yang bawah masih keras membatu. Ketika itu ditunjukkan sifat manusia yang terburu-buru. Ketika roh sampai di perut, maka organ dalam dan perut tersusun sempurna dan saat itu Adam mula merasakan lapar. Akhirnya, roh meresap ke seluruh tubuh Adam, tangan dan kaki dan berfungsilah dengan sempurna segala darah daging, tulang, urat saraf dan kulit. Menurut riwayat, kulit Adam amat baik ketika itu berbanding kulit manusia di kini dan warnanya masih dapat dilihat di kuku sebagai peringatan kepada keturunan manusia.

Dengan itu, sempurnalah sudah kejadian manusia pertama dan Adam digelar sebagai "Abul Basyar" iaitu Bapa Manusia. Walau bagaimanapun, hanya Nabi Muhammad s.a.w. mendapat gelaran "Abul Ruh" atau "Abul Arwah" iaitu Bapa segala Roh.

Kajian Sains

Kajian sains telah menunjukkan bahawa unsur kimia pada tubuh manusia terdiri daripada unsur yang terdapat pada tanah. Nisbah unsur yang terdapat di dalam badan juga memberikan kesesuaian dalam sifat dan fungsi anggota setiap bahagian manusian.


"Wahai Manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari dirinya, dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu"(Surah An-Nisa 4:1)




Apabila tenggelam sang mentari, maka tabir malam pun menyelubungi. Dan saat ini lah untukku merehatkan tubuh badan dan minda.Malam menjadi bertambah indah dengan rembulan tersenyum serta taburan jutaan bintang di langit. Malam bertambah syahadu dan zikir sang unggas dan mergastua bertasbih memuji Ilahi. Sebagaimana siang dan malam berlalu menggamit hadirnya siang, sebagaimana siang dan malam silih berganti, maka begitu jugalah bersilih gantinya tidur dan jaga. Dan malam ini juga lah khusyuknya diri ku untuk sujud dan bertasbih pada-MU yang Maha Ehsa.

Sungguh, semua yang Allah S.W.T cipta ini tidak ada yang sia-sia. Ada 1001 pengajaran dan hikmahnya. Pengajaran yang patut diambil para salikin untuk perjalanan yang masih jauh. Malam ini dikamar tidur, aku merenung dalam-dalam diri yang alpha ini. Maha kerdilnya diri aku ini ya Tuhan. Sesungguhnya aku sedar bahawasanya tidak perlu untuk ku berbangga-bangga dengan "title" sebaik-baik ciptaan Allah S.W.T, sedangkan amat ketara dan sungguh memalukan apabila zikirku pada-MU amat sedikit berbanding kemeriahan zikir sang unggas dan mergastua yang tidak jemu-jemu sahut-menyahut memuji-MU.

Rasulullah mengumpamakan tidur itu umpama sebagai "mati kecil". Kerana itulah agaknya kenapa kita disunatkan berwuduk, berzikir, beristighfar, memaafkan kesalahan orang dan berwasiat sebelum tidur. Manalah tahu, andai ini tidur kita pada malam itu juga adalah tidur yang terakhir. Tidur yang penghabisan. Berapa banyak yang telah berlaku? Berapa banyak warga bumi dunia yang berangkat semasa tidurnya? Pergi menghadap Ilahi membawa diri yang lalai daripada Allah S.W.T, diri yang berlumuran dosa dan dada yang penuh dengan dendam kesumat sesama manusia.

Petikan di bawah ini ku ambil dari sebuah buku Bawa Hatimu Kepada Tuhan, seakan memberi kesedaranku bahawa hidup ini hanya sementara cuma, agar terus beringat dan berjaga, biar terus sentiasa takut dan bertakwa pada yang Maha Pencipta Semesta Alam :

".....Wahai anakku, kalau engkau meragui benarnya mati itu, maka janganlah kamu tidur. (Namun) Sepertimana engkau akan tertidur (jiga akhirnya kerana terlalu mengantuk), maka demikian jugalah dengan kematian. Dan apabila engkau meragui benar hari kebangkitan, maka janganlah (sekali-kali) engkau akan cuba bangun daripada tidurmu (namun nescaya engkau akan terjaga juga daripada tidurmu), maka demikianlah juga dengan hari kebangkitan. Kamu akan dibangkitkan selepas kematianmu....."

Ya Allah ya Tuhanku, jika tidurku ini tidur yang penghabisan, maka ampunkanlah segala dosaku, maafkan segala kesalahanku dan redhalah pada diriku.

Ya Allah, sekiranya aku menyembah-Mu kerana takut kepada neraka, bakarlah aku di dalam neraka. Sekiranya aku menyembah-Mu kerana mengharapkan syurga, campakkanlah aku dari syurga. Namun sekiranya aku menyembah-Mu semata-mata demi-Mu, janganlah Engkau enggan memperlihatkan keindahan wajah-Mu yang abadi kepadaku.(Doa Rabiatul Adawiyah)


Rabbi ghfirli warhamni wajburni warfa'ni warzuqni wahdini wa'afini wa'fu'anni.

Rabbana taqabal du'a-ana innaka antas-sami'ul alim. Watub'alaina innaka antat-tauwa-burrahim. Subhana rabbika rabbil 'izziti' 'amma yasifun, wasalamun 'alal mursalina walhamdu lillahi rabbil'alamin....amin yarabi'alamin......wassalam
Di sini kita pernah bertemu
Mencari warna seindah pelangi
Ketika kau menghulurkan tanganmu
Membawaku ke daerah yang baru

Kini dengarkanlah
Dendangan lagu tanda ikatanku
Kepadamu teman
Agar ikatan ukhuwah kan
Bersimpul padu

Kenangan bersamamu
Takkan ku lupa
Walau badai datang melanda
Walau bercerai jasad dan nyawa

Mengapa kita ditemukan
Dan akhirnya kita dipisahkan
Munkinkah menguji kesetiaan
Kejujuran dan kemanisan iman
Tuhan berikan daku kekuatan

Mungkinkah kita terlupa
Tuhan ada janjinya
Bertemu berpisah kita
Ada rahmat dan kasihnya
Andai ini ujian
Terangilah kamar kesabaran
Pergilah derita hadirlah cahaya

Cinta itu bermula dari Hati. Andai Hati itu ikhlas, cinta yang terzahir akan terbina dengan penuh kasih sayang dan ketulusan. Menyintai bukan kerana seseorang itu terlalu sempurna, dan bila ada kalanya kita rela mengorbankan kehidupan dan cita2, tetapi bila hati kecil merasa, bersama seseorang itu akan lahir kehidupan baru dan cita2 baru yang lebih mulia dan mententeramkan jiwa berlandaskan Keredahaan Ilahi.

Menjadi seorang pencinta muslim masa kini dalam menjalani kehidupan harian berlandaskan tuntutan ajaran Islam penuh dengan cabaran dan dugaan. Seorang Mujahid Cinta harus memandu perjuangan ini dalam rasa saling mencintai sesama insan agar sama-sama menuju keagungan Ilahi.

Hadith Qudsi yang ku petik memang menyentuh hati kecil ku yang berbunyi:

"Orang-orang yang saling berkasih sayang kerana keagungan-KU akan berada dalam naungan bayang Arsy-Ku pada hari di mana tidak ada naungan, kecuali naungan-KU"(HR.Ahmad dan Thabrani)

Nilai yang dikutip dari hadith tersebut adalah keupayaan kita menarik antara satu sama lain daripada dosa sehingga semuanya menuju jalan Ilahi. Itu terjadi daripada saling mencintai sesama manusia kerana keagungan Allah S.W.T..InsyaAllah....

Di sini ku cuba kongsikan sebuah cerita Mujahid Cinta si Gadis yang ditulis oleh seorang hamba Allah "Nur Syamimi Mohamad Napis siswi ilmu Cell and Molecular Bioscience di Victoria University of Wellington, New Zealand"

"........Seorang gadis tinggal di sebuah pekan kecil. Zaman kehidupannya bukanlah di saat Islam sedang memuncak naik menjadi Daulah Islamiyah. Tetapi dia yakin, Daulah Islamiyah itu kelak pasti akan tercapai. Dia gemar membaca sirah tentang tokoh-tokoh sahabiah yang agung nama mereka dulu, kini dan selamanya.

Zaman kehidupannya penuh dengan jahiliyyah yang menguasai setiap ruang lingkup atmosfera. Alhamdulillah katanya, kerana Allah SWT masih mahu menyinari hidup dan dirinya dengan sedikit cahaya Islam. Dengan cahaya itu dia menilai baik dan buruk. Sudah tentu, ianya bukanlah mudah.

Rabiatul Adawiyah sumber inspirasinya. Wanita suci yang mengabdikan diri sehari-hari untuk beribadat kepada Allah. Seorang gadis yang sangat menjadikan Rabiatul Adawiyah sebagai idolanya, kadang-kadang dia tersilap langkah juga. Bukan senang mahu menjadi seperti Rabiatul Adawiyah, tambahan pula dengan kehidupan dunia kini. Tak mengapalah wahai Si Gadis, menjadi seorang yang perfect seperti Rabiatul Adawiyah, kamu mungkin tak mampu, paling tidak, kamu berusaha bersungguh-sungguh mencontohi beliau. Seorang yang sangat menjaga maruah diri sehinggakan kehidupan dunia bukanlah yang diingini.

Gadis ini suka akan doa Rabiatul Adawiyah yang ini.

"Ya Allah, sekiranya aku menyembah-Mu kerana takut kepada neraka, bakarlah aku di dalam neraka. Sekiranya aku menyembah-Mu kerana mengharapkan syurga, campakkanlah aku dari syurga. Namun sekiranya aku menyembah-Mu semata-mata demi-Mu, janganlah Engkau enggan memperlihatkan keindahan wajah-Mu yang abadi kepadaku."

Dia hanyalah seorang gadis biasa. Suatu hari yang penuh berkat, muncul satu kunjungan untuk keluarga Si Gadis. Kunjungan luar biasa yang pastinya membincangkan isu masa depan Si Gadis dan Sang Teruna. Perbincangan yang pastinya menuju kepada sebuah pelayaran bahtera Baitul Muslim. Itu lah agendanya.

Dia terfikir, bagaimana mahu jadi seperti Rabiatul Adawiyah kalau begini keadaannya? Namun, menolak kepada sebuah perkahwinan bukanlah apa yang Si Gadis merasakan suatu yang betul.

Paling tidak, dia mahu menjadi seperti wanita yang menarik kuda Fatimah (anak Rasulullah SAW) untuk memasuki syurga. Wanita itulah yang pertama memasuki syurga! Sungguh hebat pengabdian wanita tersebut kepada keluarganya terutamanya kepada suami nya. Hebat-hebat kisah sahabiah yang ada! Si Gadis sungguh terinspirasi! Kerana sesungguhnya menjadi tujuan setiap manusia untuk menuju ke syurga-Nya yang abadi.

Kata-kata Zainab Al-Ghazali, "...Hidup ini terlalu singkat untuk menjadi orang biasa...". Perlu jadi yang luar biasa untuk mendapat tempat yang luar biasa di akhirat kelak!

Si Gadis pernah terbaca tentang satu hadis.

"Bila telah datang (untuk melamar) kepada kalian seorang lelaki yang kalian redhai agama dan perangainya (akhlaknya), maka nikahkanlah dia, bila kalian tidak melakukannya, nescaya akan terjadi fitnah di bumi dan kerosakan yang bermaharajalela." (Riwayat At Tirmizy, Sa'id bin Mansur, At Thabrani, Al Baihaqi dan dihasankan oleh Al Albani)"

Masakan perlu ditolak kerana kejayaan mendirikan sebuah Daulah Islamiyah juga berasaskan dengan tertubuhnya sebuah Baitul Muslim. Baitul Muslim tidak akan berjaya tanpa adanya 2 individu yang benar-benar ingin menerapkan Islam ke dalam diri mereka, sekaligus berusaha untuk mengembangbiakkan Islam dalam masyarakat. Menolak lamaran daripada seorang yang soleh bukanlah apa yang Si Gadis mahukan.

Pertemuan 2 buah keluarga sedikit sebanyak telah melegakan Si Gadis. Kerana dia tidak mahu berkawan dengan lelaki yang sebarangan. Berkawan yang tidak tentu hala yang akhirnya tak tahu apa tujuannya.

Namun dia sedar pertemuan ini, kalaulah pun mendapat 'restu' untuk berkawan daripada ibu bapa kedua-dua belah pihak, bukanlah satu tiket untuk mereka berhubung tanpa ada tujuan yang membenarkan.

Perjalanan masih jauh. Tiada apa yang Si Gadis sepertinya dapat berharap, hanya agar Allah SWT memudahkan setiap cabang perjalanan hidupnya........"

Dari pengamatan cerita di atas yang dapat ku pelajari adalah, seorang Mujahid Cinta harus memiliki sikap Qan'aah dan Redha :

Pertama, ikhlas dan menerima apa adanya. Tidak pernah keluh, kesah atau merungut.

Kedua, memohon kepada Allah S.W.T tambahan rezeki untuknya dengan diiringi usaha doa, dan sabar.

Ketiga, menerima dengan tabah segala ketentuan Allah S.W.T atas segala yang telah diusahakan .

Keempat, bertawakal kepada Allah S.W.T.

Kelima, tidak tertarik dan menjauhi segala tipu daya dunia yang bersifat berlebihan.

Pengertian seorang Mujahid Cinta adalah perjuangan ataupun jihad cinta dan cinta sesama insan kerana cinta kita kepada Allah S.W.T . Indah dan sucinya cinta itu andai fisabilliah cinta sesama kita kerana cintanya kita kepada yang Maha Ehsa dengan berserah sepenuh kepada ketentuan dan keredhaaNYA. InsyaAllah, moga terus mendapat keredhaanNYA, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui . Berjihad demi cinta harus berani berjuang dan berkorban demi yang dicintainya, mahupun cinta sesama umah dan insaniah. Sikap saling sayang menyayangi sesama muslim menjadi jambatan untuk menyedarkan kita dan hal ini harus dilaksanakan oleh seorang Mujahid Cinta agar jihadnya berhasil, apabila dapat menyelamatkan manusia dari virus cinta ditaman-taman fatamorgana cinta yang penuh noda. Dan salinglah mengeratkan dan menjaga silaturahim kerana sesungguhnya silaturahim itu yang akan membuka pintu-pintu hidayah untuk kembali hidup dan berjalan di jalan yang diredhai Allah. Hadith berbunyi "Tidak masuk syurga orang yang memutuskan silaturahim."(Muttafaqun'alahi) InsyaAllah......wassalam..

Kita hanya insan biasa yang tak terlepas dari menerima ujian dariNYA, sama ada besar atau kecil masalah itu. Tetapi kadang-kala bila berhadapan dengan masalah, tiada tempat untukku meluahkannya melainkan berdoalah ubat yang paling berkesan bagiku untuk meringgan segala yang terbeban difikiranku selain bertawakal dan redha atas ketentuanNya sebelum mencari jalan penyelesaiannya. Datang dan sujud meminta kepada yang Maha Ehsa adalah jalan kedamaian dan ketenangan ku. Alhamdulillah, sungguh tak pernah ku jemu mengucapkannya, sesungguhnya Ketenangan yang ku perolehi. Jiwa, dan ragaku lapang sekali bila datang bertasbih dan bersujud kepadaNYA. Beberapa surah Al-Qu'ran dan Hadith dibawah ku himpunkan untuk menjadi pendorong dan kekuatan ku dalam mencari keredaanNYA agar takut/bertakwa kepada si Maha Pencipta selain meminta petunjuk dari-Nya yang Maha Mengetahui.

1) Bersabar dengan segala yang menimpa. " Wahai anakku, dirikanlah solat, dan suruhlah berbuat kebaikan, serta laranglah daripada melakuklan perbuatan mungkar, dan bersabarlah atas segala yang menimpamu. Sesungguhnya yang demikian itu adalah daripada perkara yang diketahui melakukannya. " (Luqman : 17)

2) Anggap masalah itu sebagai satu ujian, yang akan meningkatkan keimanan dan ketabahan. Ini bersesuaian dengan firman Allah yang bermaksud : " Patutkah manusia menyangka bahawa mereka akan dibiarkan dengan hanya berkata : Kami beriman, sedang mereka tidak diuji (dengan sesuatu cabaran?) Dan demi sesungguhnya! Kami telah menguji orang yang terdahulu daripada mereka, maka nyata apa yang diketahui Allah mengenai orang yang benar-benar nya beriman, dan nya nyata pula apa yang diketahui-Nya tentang orang yang berdusta." (Al-Ankabuut : 2-3)

3) Setiap masalah ada hikmahnya, seperti dapat mengugurkan dosa. Nabi s.a.w bersabda, maksudnya : " Tidaklah orang Muslim ditimpa penyakit, melainkan Allah akan mengugurkan bersamanya dosa-dosanya, seperti pohon yang mengugurkan daun-daunnya." (Hadis Riwayat al-Bukhari)

4) Kesulitan, masalah dan kesempitan akan menyedarkan manusia betapa kerdilnya diri sebagai hamba, sekaligus menyedarkan diri akan keagungan dan kekuasaan Allah. "Orang yang apabila mereka ditimpa oleh sesuatu kesusahan, mereka berkata : Sesungguhnya kami kepunyaan Allah dan kepada-Nyalah kami kembali". (al-Baqarah : 156)

5) Ujian adalah tanda Allah mencintai seseorang itu. Nabi s.a.w bersabda, maksudnya : "Sesiapa dikehendaki Allah baginya, akan diberikan cubaan kepadanya." (Hadis Riwayat al-Bukhari)

Sesungguhnya ku sedar bahawa masalah dan kesulitan yang kuhadapi lebih ringan dan lebih kecil daripada masalah yang dialami orang lain. Menyedari hakikat, kehidupan tidak lari daripada masalah, cuma bezanya kecil atau besar masalah yang dihadapi, kerana setiap masalah, kesakitan dan kesusahan, membolehkan aku membezakan di antara keselesaan (nikmat) dan kesengsaraan (bala). Jesteru, ketika inilah aku dapat menjiwai erti kesyukuran ..wassalam..

hamba Allah


Sebagai seorang muallaf yang masih baru lagi, dalam mencari keredahaaNYA, sememangnya pengetahuan ku dalam Pengajian Islam ini masih sedikit sekali. Tapi, oleh kerana cinta dan damainya hati untuk menjalani kehidupan baru ini, perasaan "ingin tahu" itu sentiasa ada. Dan sempena Menyambut Maulidur Rasul ini, aku telah membuat serba sedikit kajian apakah disebalik "Maulidur Rasul" ini untuk pengertian sendiri.

Bulan Febuary untuk tahun 2011Mashi ini mengikut Mazhab Syafi'i adalah Bulan Rabiul Awal 1432Hijrah dalam kalender Islam. Dan tarikh hari 12Rabiulawal ini jatuh pada 15 Feb 2011Masihi.
Menurut sumber, para2 Ulamak Sejarah Islam, pendapat pertama dari Ibnu Ishaq yang dipetik oleh Ibnu Hisham dari kitabnya yang terkenal, Sirah Ibnu Hisyam mengatakan bahawa tarikh 12 Rabiulawal tahun gajah adalah hari Keputeraan Baginda Nabi Muhammad S.A.W.
Dan pendapat kedua dari para2 ulamak sejarah Islam iaitu Ibnu Hazam, Al-khawarizmi dan Ibnu Taimiyyah berpendapat Rasulullah lahir pada 9Rabiulawal malam Isnin sebelum subuh tahun gajah dalam bulan Rabiulawal juga. Kenyataan itu juga disokong oleh Falak Moden, Mahmud Pasya seorang ahli falak Mesir. Walau bagaimanapun itu adalah pendapat individu mengikut pengkajian mereka.

Walaupun begitu, moga ada pihak lain yang dapat membuat kajian lebih lanjut dalam menetapkan tarikh kelahiran Rasulullah S.A.W. Kajian2 lanjut itu mungkin boleh memajukan lagi perkembangan ilmu Sejarah dan Falak. Para umat Islam di alaf baru sekarang telah banyak melahirkan ahli-ahli Sejarah Moden, Falak / Astronomi dan ahli2 sains yang lain, pastinya akan mengembang dan menyumbang kepada penguasaan ilmu pengetahuan kepada pembangunan ummah disamping dapat menjadi rujukan dan panduan Saudara Baru seperti ku yang sentiasa ingin meluaskan ilmu pengetahuan dalam bidang Pengajian Islam. InsyaAllah...

Apa yang dapat ku perhatikan sambutan Maulidur Rasul bukan setakat bersifat ibadah, ia juga untuk mengembalikan ingatan kita umat akhir zaman terhadap junjungan besar kita Nabi Muhammad S.A.W. Dengan mengingatinya akan menambahkan lagi kesedaran, perasaan cinta kasih kepadanya serta mengenang, mengambil iktibar kisah suka duka perjuangan Baginda dan Para Sahabatnya. Semoga sifat2, akiQdah, saranan dan segala sunah2 Baginda dapat menjadi panduan agar terus terpimpin menjalani kehidupan sebagai seorang mukmin yang taat berteraskan rukun Islam. Baginda memang kaya dan penuh dengan sifat2 yang terpuji, seperti tabligh, amanah, fathonah dan siddiq.


InsyaAllah. Semoga Allah merahmati semua umat2 yang takut dan bertakwa kepadaNYA. Amin yarabi'alamin......
Bertuturlah cinta,
Mengucap satu nama,
Seindah goresan sabdamu dalam kitabku,
Cinta yang bertasbih,
Mengutus hati ini,
Ku sandarkan hidup dan matiku padamu.

Bisikan doaku,
Dalam butiran tasbih,
Ku panjatkan pintaku padamu Maha Cinta,
Sudah diubun-ubun,
Cinta mengusik resah,
Tak bisaku paksa walau hatiku menjerit,

Ketika cinta bertasbih nadiku berdenyut merdu,
Kembang kempis dadaku merungkai butir cinta,
Garis tangan tergambar,
Tak bisa aku menantang,
Sujud syukur padamu,
Atas segala cinta,
Ketika cintaku bertasbih...

***

Agungnya cinta adanya pengorbanan,
Bila terlerai tanpa sengketa,
Demi harga diri kita dan mereka,
Pasrah dan redha ketentuanNya,
Akhirnya merintih memendam rasa......
Bertuturlah cinta mengucap satu nama,

Seindah goresansabdamu
Aku dah tertinggal kuliah 1 month dan aku harus catch up fast in 4 months untuk 6 courses. Tiba2 aku rasa, masa aku betul2 tak cukup. Banyak sangat perkara baru yang harus aku pelajari. Ditambah harus menyesuaikan diri dari segi fizikal dan mental di sini, aku rasa macam nak "give up"! GIVE UP? Ya Tuhan, aku baru jer bermula, KAU pimpinlah perjalanan hambamu sepanjang pengajianku di sini. KAU tabahkan lah hatiku agar menerima semua "keserdahanaan" di sini dengan penuh keredhaan. Bila aku ingatkan kembali, dengan segala kelengkapan, kemudahan dan kemewahan yang ada di luar sana, membuat aku terdiam seketia. Aku pernah memiliki "segala-galanya" Tapi segala-galanya itu juga membuat aku sedar "kekurangan dan kekosongan diri". Dan kini aku umpama musafir yang sedang merangkak ditanah pasir yang gersang demi memenuhi diri dengan pelbagai ilmu pengetahuan dan rohaniah untuk melengkapi diri didunia dan akhirat. InsyaAllah..Amin yarabi'alamin.....


Alhamdullilah....
sesungguhnya tidak ku menjangka sama sekali berkat dan rezeki yang Allah bagi. Bukan hanya ketenangan diri yang aku dapat, aku semakin mengenali diri sendiri, mengenali arah tuju diri dalam setiap apa yang ku lakukan. Hidup ini memang sukar untuk kita ramalkan kerana kita harus tawakal dengan Qada & Qadar tapi, andai itu yang didoakan InsyaAllah, Tuhan akan tunjukkan jalannya...

Setelah seminggu aku "muallaf" ilmu pengetahuan ku sememangnya masih terlalu cetek. Perjalanan ku masih terlalu jauh sekali. Tapi aku gembira bila Ustaz seringkali mengatakan "you good, can catch up fast and you can go far" dan aku hanya berkata Alhamdulillah, InsyaAllah and Amin yarabi'alamin. 3 perkataan itu tak pernah lekang dimulut ku tanda kesyukuran, pengharapan dan berterima kasih kepadaNYA.

Kini, tiada yang lebih mengembirakan aku bila restu Mama ku mengiringi perjalanan hidup baruku dalam aku mencari rohaniah dan hidayah diri. Aku merasa amat diberkati dengan restu dan dorongan Mama yang inginkan kebahagian anaknya. InsyaAllah, wish Allah sentiasa tunjukkan jalan. Kerana Allah Maha Pengasih dan Maha Mengetahui.

Semalam bila aku dapat tawaran melanjutkan pelajaran dalam Pengajian Islam di IDIP KB Kelantan selama 2thn 1/2. Tiada kata2 yang dapat aku ucapkan, hanya, Ya Allah ya Tuhanku, Amin, ya rabi'alamin..Alhamdullilah, walaupun aku terpaksa membatalkan study ke UM dan lupakan commitment kerja in business, kerana peluang bukan datang selalu dan tak ramai yang berpeluang untuk memilikinya......

Peluang ini tak mungkin aku sia2kan, InsyaAllah KepadaNYA kuserahkan semuanya agar perjalananku terus dipermudahkan olehNYA. Kepercayaan yang diberikan adalah satu tanggungjawab yang diamanahkan adalah satu cabaran baru dalam hidupku..InsyaAllah............
Minggu depan bermulalah perjalanan baru ku sebagai seorang full time siswi again.......
Ya Allah ya Tuhanku, bimbinganMu amatku perlukan dalam setiap langkah dan perbuatanku.. Amin yarabi'alamin..............
Ya Allah ya Tuhanku, sedih dan insafnya aku mendengar apa yang ada dalam youtube ini. Membuat air mata aku mengalir keinsafan, dan betapa aku rindu pada Ibu dan Ayah ku. Ingin sekali saat ini ku datang kepada mereka mencium, memeluk mereka dan memohon ampun di atas segala dosa dan kesilapan ku dari kecil hingga kini....
...hukkhukkhukk, wawawawaaa..sobb..sobb..sobbb

Apakan daya Ayah ku telah tiada disaat aku dan adik2 ku masih perlukan kasih sayang seorang ayah seperti orang lain. Kerana ayah lah seorang lelaki dan insan yang paling mulia yang pernah aku miliki. :-( Ayah yang tidak pernah mengatakan TIDAK disetiap kali kami memerlukan dan meminta sesuatu. Walau sesukar mana perkara itu, demi kasih sayang ayah tetap penuhi setiap kekurangan yang ingin dilengkapi demi anak2 dengan penuh keserdahanaan. Dan ayah juga TIDAK PERNAH sekali meninggikan suara apatah lagi datang tangan buat kami adik beradik. Dia lah Ayah, dia lah sahabat dialah kawan. Ya Allah ya Tuhanku betapa aku merindukan Ayah ku, ingin sekali ku beri segala kesenangan untuk membalas tulang keringat dan kasih sayang ayah. Ya Allah ya Tuhanku, KAU cucurilah rahmat keatas roh ayahku dan tempatkanlah dia digolongan orang2 yang beriman. Amin yarabi'alamin

Ibu, oh ibu, ratu hati ku. Ibu yang tidak pernah putus asa dalam hidup demi kehidupan diri sendiri dan anak2, walau pelbagai dugaan dan rintangan Ibu lah insan yang paling tabah, kuat dan sabar didunia ini. Oh Ibuku ampunilah segala dosaku wahai ibu ku, redhakan akan diri ku. Akulah anakmu yang paling degil yang sering kali membuatmu terguris dan terluka. Anakmu ini yang banyak membuat hatimu sedih walaupun seringkali anakmu ini yang menjadi mangsa keadaan dan terluka tapi Ibu jugalah yang terkesan dan turut terluka. :-( Oh Ibu maafkan aku kerana aku belum lagi memberimu kesenangan seperti anak2 orang lain. Ya Allah ya Tuhanku, KAU limpahilah berkat, rahmat dan murahkan lah rezeki ku dalam apa juga agar Ibu ku juga turut merasakannya. :'( Oh Ibu aku rindu pada Ibuku, Mamaku. Redhakan dan restui lah perjalanan hidup baruku dalam Islam. Oh Ibu tercinta, aku akan terus berdoa, kesejahteraanmu, moga dilindungi dari segala musibah di dunia maupun di akhirat, dan aku berdoa moga ini lah permulaan hidupku yang akan memberi mu tersenyum suatu hari nanti dan doa Ibu ku perlukan agar aku terus menjadi insan yang baik dan akan menjadi yang lebih baik dari sebelumnya dimasa akan datang. InsyaAllah. Amin yarabi'alamin. Oh Ibu dan Ayah ku..huhuhu..hukhukhukhukkkk.... Maafkan, ampuni dan redhakan lah segala dosa dan kesilapan dan perjalanan anakmu.... :-(

Ya Allah ya Tuhan ku, Bertapa naif dan bodohnya hambamu ini dimasa dulu dalam membuat pilihan. Adakala Segala pengorbanan dan niat baik dihati boleh memakan diri sendiri bila penghargaan dan hormat tidak pernah diberi untuk dinikmati.

Dan kini, itu membebankan sehingga suatu saat "keindahan" itu telah ditemui tapi terpaksa pasrah dan mengalah demi memenuhi hasrat dan kehendak orang lain dan akhirnya diri sendiri juga terpaksa memendam rasa. Ya Allah ya Tuhanku, sukarnya untuk memiliki sesuatu yang layak untuk dimiliki. Aku juga insan biasa seperti orang lain. Kenapa mesti hidup duniawi ini harus teruji dengan hanya memandang yang kesempurnaannya sahaja? Hina kah salah kah setiap kekurangan diri yang dimiliki? Dimanakah nilai simpati, hormat, dan kasih sayang sesama insaniah? Mengapa perlu ada nya pengadilan duniawi sedangkan hanya KAU yang layak mengadili dan menghakimi dengan setiap apa yang terjadi.

Memang sukar untuk diyakinkan dan mereka juga tidak boleh disalahkan kerana itu fitrah manusia duniawi yang selalu menghakimi tanpa cuba merungkai dan menyelami dengan setiap apa yang terjadi. Andai ini adalah hukuman yang harus dibayar atas semua kesilapan lalu, ampunilah hambaMU ini ya Allah ya Tuhan ku, berikan lah petunjukMU. Sesungguhnya aku adalah manusia duniawi yang tidak terlepas dari kesilapan, kecil mahupun besar kesilapan itu. Aku hanya insan biasa.

Ya Allah ya Tuhan ku, hanya kepadamu ku berserah dan mohon petunjuk, andai inilah jalan hidupku yang telah KAU takdirkan dan tuliskan jalan ceritanya, tabahkanlah hati ku, berikanlah ketenangan dan rahmat yang berlimpahan ke atas ku. Sesungguhnya aku teruji dengan dugaan duniawi ini, walau hanya doa dan airmata yang mampu ku lakukan kerana aku tiada punya apa2, tapi melalui jalan MU aku beroleh rohaniah diri dan ketenangan. Dan melalui MU juga kutemui dan kenali diri Siapa Aku. Walau hanya baru seketika diri ini datang kepada MU, seolah diri ini terlalu dekat dengan MU, kerana hanya KAU yang Maha Mengetahui.

Ya Allah ya Tuhan ku, betapa kerdil dan daifnya aku dalam menuju kearah MU, pimpinlah aku agar terus terpimpin menjalani kehidupan duniawi ini melalui MU. Amin ya rabi'alamin...
04:01:11 ~ Hari pertama ku menghadiri Religion Class. Apa yang boleh aku katakan "aku suka dan menerima" dengan apa yang aku pelajari.


Dan pada tarikh yang sama juga 04:01:11-Noon, hanya dengan sekali lafas Kalimah Syahadah, maka sah lah aku seorang Islam. Alhamdulillah. Aku tak dapat menahan sebak sehingga mengalirkan airmata dan mengucap syukur sambil disaksikan oleh Ustaz2 PERKIM. Aku dapat rasakan betapa tenangnya aku dengan apa yang baru saja aku lakukan. Aku rasa seperti new baby born, feel pure and free from any sin. InsyaAllah, aku akan cuba pastikan diriku terus terpimpin. InsyaAllah. AMEN

Sebelum itu, aku minta restu dari orang2 yang tersayang dan terdekat dengan ku. Terima kasih yang tak terkata buat sahabat baik ku De'Lurve Angelyn yang sentiasa mengetahui, memahami dan memberi dorongan tanpa mengadili dan menerima seadanya siapa aku. Dia sentiasa ada disisi untukku. Tuhan terus merahmati hidupmu teman ku. Dan aku sempat menghubungi abang long(Bro Zack) dan adik2 ku, Alhamdullilah, semuanya OK, walaupun hanya Mama seorang yang tidak menyetujui dan membantah niatku apa awal nya, tapi akhir nya dia terpaksa akur walau ku tahu tanpa rela. Aku faham perasan Mama, dia menganggap bahawa aku akan terpisah terus dari keluarga. Aku akan terus keseorangan dengan "dunia yang baru". Tidak mak, walau apa pun yang berlaku aku tetap anak mak, cuma pegangan kita tak sama seperti dulu. Aku tetap anak Bapa, aku Bukan Melayu tapi aku tetap anak Iban yang beragama Islam mak. Tak akan sama sekali aku menjauhkan diri, janganlah menjauhkan diri dan memulaukan aku, sayangilah aku seperti sebelumnya, dan aku tetap menyayangi kalian semua walauapapun yang terjadi dan aku tetap perlukan dorongan, dan kasih sayang kalian semua. Kerana hanya kalian lah harta yang paling berharga yang aku miliki di dunia ini, dan aku tetap "Ndun" yang dulu cuma "pegangan dan agama" kita saja yang berbeza.

Aku pasti suatu saat Mama pasti jua mengerti mungkin inilah ketenangan yang sebati dengan diri aku dan ini lah diriku yang aku cari selama ini. Kerana kita harus sedar dengan setiap apa yang berlaku, Tuhan mesti ada rencanaNya tersendiri.

Memang susah untuk dimengertikan bagi yang tidak memberi diri ruang dan waktu untuk memahaminya, dan memang sukar untuk aku menjelaskannya kerana ini antara rohaniah diriku sendiri dengan Tuhan. Hanya Tuhan yang Maha Mengetahui. Walaupun aku terpaksa berhadapan dengan pelbagai andaian dan penerimaan masyarakat diluar sana, tapi tak apa, kerana itu sememangnya dah tradisi sikap manusia duniawi yang suka mengadili tanpa menyelami apa dan kenapa semua itu terjadi. Mengadili dengan memberi sebarang pandangan dan tangapan yang buruk terhadap Niat Baik orang lain bukankah itu Salah dan Berdosa di mata Tuhan? Kerana Tuhan yang layak menghakimi. Agama mengajar semua umatNya saling mengasihi dan saling menghormati tidak mengira, siapapun kita.
Teruskanlah dan Biarlah..................


01:01:11 ~ Visiting My Late Daddy Grave at Petaling Jaya : Flora Bermas (ME) , Desmond (Lil Bro) and 2 lil twin sisters, Mauricia Grace & Melissa Joy.

" Death leaves a heartache no one can heal, love leaves a memory no one can steal. May Your Soul Everlasting Rest In Peace in Heaven " - Forever Love from Ur Kids!



01:01:11 ~ With 1 of my lovely buddy De'Lurve Angelyne! Nice Hair haaa? :-D



01:01:11 ~ Enjoy movie at Time Square Cinema : My Ex- Haunted Lover.
Movie Comment :
- NO Comment Just OK! :-P
New Year's Day is de first day of de year falling exactly one week after Christmas Day of de previous year. Every December millions of people begin penning their New Year's resolutions, planning behavioral changes they want to make during de coming year.

Typically, resolutions include high-payback targets such as successfulness of career, life, relationship, health and weight loss, as well as increased fitness activity, stress management and financial planning.

As de clock ticks away de final minutes of de old year, I do believe I’ll be able to tackle my goals effortlessly.

But after de rush of New Year's celebration fades and reality sets in, ambitions often seem insurmountable. Soon after, I rationalize that it's just not a good time of year, due to de weather and numerous obligations. We justify, that when spring comes, I'll really get into shape.

In freeing ourselves of de guilt, we can justify putting off habit change for another few months. However, when spring arrives, chances are we will have another temporary surge of motivation, only to abandon it within a few weeks.

De focus of resolution support is on how to make and attain resolutions and goals using de four dimensions of wellness : Physical, Social, Emotional and Spiritual - as a framework.

Why do we abandon our resolutions? One reason is they become discouraged when results don't come quickly enough, or when we encounter obstacles but hadn't anticipated.

Behavioral change requires sustained effort and commitment, but this can be achieved only with good preparation and action planning. NO NATO : No Action Talk Only!!

"We are more likely to act our way into a new way of thinking than to think our way into a new way of acting."

New Year is de time to unfold new horizons & realize new dreams, to rediscover the strength & faith within u, to rejoice in simple pleasures & gear up 4 a new challenges. Wishing a truly fulfilling new year.
30 DEC 2010 : Aku telah mendaftar di PERKIM Melaka untuk menghadiri Religion Class dengan ditemani salah seorang sis twin ku. Aku dapat rasakan tenang jer hari ini. Aku ingatkan sepanjang proses pendaftaran dan pertanyaan berkenan hal2 tersebut akan membuat hati aku gundah gulana, resah dan takut, lebih2 lagi aku hanya dress-up casual with jeans tapi semua nya berjalan dengan lancar tak lah serumit yang aku sangkakan..Syukurlah......
-Positive Spirit to closing year of 2010 and yet Positive Spirit to starting year of 2011-

Bermulanya minggu depan aku akan masuk Religion Class pada setiap 10am-12noon, Selasa dan Khamis. Aku rasa betul2 excited lebih2 lagi most of de student is foreigner came from Jepun dan Korea. Pada awalnya aku minta, ajaran asas. Biar belajar dari ( 0-Zero ) dahulu. Bak kata peribahasa orang, biar lambat asal selamat dan sikit2 lama2 jadi bukit. God is Willing, moga semua nya berjalan dengan lancar. Apa yang penting adalah mempersiapkan diri dari segi emosi dan mentally untuk menerima perkara baru dalam hidup dengan kerelaan dan keikhlasan diri. Dan juga tiada siapa yang berhak mempersoalkan WHY bila kematangan dan rasional diri menguasai dalam menentukan apa jua keputusan. Semua itu diantara rohaniah diri sendiri dengan Tuhan.

Tetapi, apa yang aku lakukan ini, belum mendapat persetujuan dari Mama ku. Bukan bermaksud dia tidak membenarkan, tetapi aku belum lagi berpeluang untuk memberitahu dan menjelaskan kepadanya. Dan bukan juga bermaksudku, untuk mebelakangkannya bila terpaksa merahsiakan perkara ini dari dia. Aku cuma perlu masa dan waktu yang tepat untuk aku menjelaskannya. Biarlah aku isi serba sedikit kekurangan diri, sekurang-kurangnya itu semua boleh kujadikan kenyataan dan panduan untuk aku mengkukuhkan lagi niatku. Tapi aku percaya, Mama adalah seorang Ibu yang cukup memahami anak2nya. Dia menghormati apa jua keputusan anaknya andai jalan itu boleh membahagiakan anaknya, dia akan menjadi orang yang pertama yang memberi dorongan dan kata2 nasihat dan semangat. Tambahan pulak ketiga2 adik ku tidak membantah niatku. Sesungguhnya tiada Insan lain yang lebih memahami kita tanpa menghakimi kita melainkan adik-beradik dan Ibu sendiri dan kali ini lah aku membuat keputusan diri sendiri tanpa dipengaruhi orang lain. GOD IS WILLING. AMEN!

~ setiap kali hati ini teruji dengan perlbagai dugaan duniawi, lagu inilah yang menjadi kekuatan diri dan ternyata lagu ini memberi suntikan dalaman semangat yang cukup kuat dalam diri yang aku sendiri juga tidak dapat menghuraikannya dengan kata-kata...
"InshaAllah by Maher Zain"